Arif Rachmat Pembicara dalam Forum Filantropi Dunia II di Beijing



 

Arif Rachmat, pendiri dan CEO Triputra Agro Persada Group (TAP Group) presentasi mengenai Pengembangan Generasi Muda dalam Forum Filantropi Dunia kedua di Beijing, 30 November 2017. Acara ini digelar bersama oleh the Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries dan Tsinghua University.   Arif Rachmat, Co-Founder and CEO Triputra Agro Persada Group (TAP Group) presentation on Youth Development at the second World Philanthropy Forum in Beijing, November 30, 2017. The Event was jointly organized by  the Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries and Tsinghua University.

 

Arif Patrick Rachmat: Ahli Waris Kerajaan Bisnis yang Hobi Membantu Sesama

Menjadi calon ahli waris kerajaan bisnis bernilai triliunan rupiah tidak membuat Arif Patrick Rachmat, putra T.P. Rachmat, pendiri Grup Triputra, lupa diri. Tak cuma “hobi” bekerja keras sebagai CEO PT Triputra Agro Persada (TAP), salah satu anak usaha Triputra, Arif pun ternyata serius menjalankan berbagai aktivitas sosial di bawah bendera Yayasan Gerakan Kepedulian Indonesia (GKI).

 

Perjalanan gerakan filantropi yang dilakukan Arif tidak lepas dari filosofi dan pola didik orang tuanya. Dalam pandangan Arif, sebenarnya efek paling besar pada masyarakat bukan dari aksi sosial, donasi atau gerakan filantropi yang dilakukan dia atau keluarganya. Namun, justru dari efek ekonomi yang ditimbulkan karena bisnis perusahaan yang terus tumbuh. Ia mencontohkan TAP yang dibangun 11 tahun lalu hanya dengan lima orang, sekarang sudah mempekerjakan 3.000 karyawan. Karyawan itu diberi perubahan di Kalimantan, lokasi perkebunan kelapa sawit TAP. “Kalau jumlah karyawan 3.000 orang itu dikali empat, yang merupakan jumlah anggota keluarga mereka, berarti sudah 12.000 yang ditanggung TAP.

 

Inilah Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017

 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) merupakan impian kebanyakan pekerja profesional. Terlebih, menjadi CEO idaman yang mempunyai reputasi, visi, dan inovasi. Butuh komitmen, kerja keras, dan kepiawaian dalam mengelola bisnis untuk menjadi pemimpin perusahaan.

 

Melalui Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017 akan sajikan kisah gaya keperibadian, kepemimpinan, profesionalisme, prestasi, dan share value CEO sukses yang berhasil kembangkan perusahaan di bawah kepemimpinannya.

 

Triputra Agro Persada Group Luncurkan Program Desa Bebas Kebakaran


BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program ‘Desa Bebas Kebakaran’ berlangsung serentak di seluruh entitas anak perusahaan milik PT Triputra Agro Persada (TAP Group), mulai Mei 2017.

 

Pelaksanaan program yang juga berlangsung di PT First Lamandau Timber International, PT Hanamas Jaya Abadi dan PT Trieka Agro Nusantara di Kabupaten Lamandau, serta PT Sukses Karya Mandiri di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah ini ditandai dengan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla).

 

Swasta Dukung Program Replanting Sawit Nasional

 

"Dalam program ini, PT Brahma Binabhakti yang berada di Kabupaten Muarojambi, Jambi, menyertakan 334 hektar kebun swadaya milik 106 kepala keluarga petani ikut program peremajaan tanaman sawit," kata George Oetomo, Presiden Direktur PT Brahma Binabhakti di Jambi.

 

Program replanting ini, diharapkan bisa meningkatkan produktifitas tanaman sawit. Angkanya bisa di atas produktivitas rata-rata saat ini yakni 3 ton minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO), menjadi 8 ton CPO per hektar.

 

Grup TAP yang beroperasi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan, mengelola belasan ribu hektar kebun swadaya milik masyarakat yang perlu diremajakan. Di dilingkungan PT BBB terdapat 4.278 hektar kebun plasma milik 1.504 KK yang perlu replanting dalam 5 tahun ke depan.

 

TAP Ikuti Program Peremajaan Sawit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grup Triputra Agro Persada (TAP) merupakan salah satu perusahaan perkebunan nasional yang ikut dalam program peremajaan tanaman kelapa sawit yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Melalui anak usahanya PT Brahma Binabhakti (BBB) yang berlokasi di Jambi, Grup TAP menyertakan 334 hektar kebun swadaya milik 106 KK petani. "Dengan program peremajaan tanaman sawit ini diharapkan produktifitas tanaman meningkat dari sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun saat ini, menjadi di 8 ton CPO per hektar," kata George Oetomo, Presiden Direktur PT PT Brahma Binabhakti, dalam rilisnya, kemarin.

 

"Dengan program peremajaan tanaman sawit ini diharapkan produktifitas tanaman meningkat dari sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun saat ini, menjadi di 8 ton CPO per hektar," kata George Oetomo, Presiden Direktur PT PT Brahma Binabhakti, dalam rilisnya, kemarin.

 

T.P. Rachmat - Keynote Speech at Indonesia Most Admired CEO 2017

 
KEYNOTE SPEECH Bp T.P. Rachmat pada acara Indonesia Most Admired CEO 2017 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi di Fairmount Hotel, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

TRIPUTRA AGRO PERSADA SUSTAINABILITY STATEMENT

“Green Plantation for Better Quality of Life”

Triputra Agro Persada (TAP) is committed to contributing to national development by providing food and energy security, rural development and poverty alleviation. In conducting its business practices, TAP abides by the prevailing laws and regulations in all aspects of its activities, such as EIA, zero burning policy, and moratorium map on peat and primary forest area. TAP aims to meet globally acknowledged sustainability standards.

TAP is a member of the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) and Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). We have obtained several RSPO and ISPO certifications, and are working towards full certification for all plantations. This includes the implementation of FPIC, SIA, and HCV Assessment in all our sites.