TP Rachmat: Pengentasan Kemiskinan Tanggung Jawab Pengusaha



 

Beritasatu.com, Jakarta - Tanggung jawab terhadap upaya pengentasan kemiskinan bukan hanya di tangan pemeritah, melainkan juga para pengusaha. Agar bisa ikut menurunkan angka kemiskinan, para pengusaha perlu terus menjaga laju pertumbuhan perusahaannya, menjalankan tanggung jawab sosial, dan menjadi teladan dalam menunjukkan disiplin nasional, termasuk disiplin membayar pajak.

 

"Setiap pengusaha perlu menjadi teladan dalam menjalankan social responsibility dan dalam disiplin membayar pajak," ujar pendiri Triputra Group Theodore Permadi Rachmat pada acara buka puasa dengan para pemimpin media massa di Jakarta, Rabu (23/05/18).

 

Pada kesempatan itu, ia mengatakan, mulai tahun depan buka puasa di tempatnya akan dipimpin oleh generasi muda. Ia akan menepi. Pria yang akrab disapa Teddy itu kini berusia 75 tahun memiliki dua anak laki-laki, yakni Christian Aryono Rachmat dan Arif Patrick Rachmat, dan putri bungsu, Ayu Patricia Rachmat.

 

Cita-Cita TP Rachmat: Ubah Indonesia Lebih Nyaman Dibanding Inggris



 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Indonesia dicita-citakan bakal lebih maju dibandingkan dengan negara Inggris. Artinya, negara Indonesia akan menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui pemanfaatan teknologi terkini serta tingkat kesejahteraan ekonomi yang merata.

 

Pendiri Triputra Grup TP Rachmat mengatakan bahwa saat ini seluruh masyarakat Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki kualitas hidup bangsa. Ia optimis kualitas hidup bangsa Indonesia bisa lebih baik dibandingkan negara Inggris mulai dari tingkat kemakmuran, rule of law, dan nilai demokrasi serta toleransi.

 

"Kita semua memiliki tugas untuk membuat Indonesia lebih nyaman dibandingkan Inggris," katanya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

 

3 Pesan TP Rachmat untuk Para Pengusaha



 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Para pengusaha di Tanah Air memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia. Para pengusaha sebaiknya tidak memikirkan profit bisnis semata.

 

Pendiri Triputra Grup TP Rachmat mengatakan para pengusaha memiliki potensi besar menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, ia menyampaikan tiga pesan kepada para pengusaha, yakni mengembangkan usaha secara maksimal, menjadi social enterprise yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, dan menjadi panutan bagi masyarakat.

 

"Saya menyampaikan tiga pesan ini untuk para next entrepreneur. Saya sadar mengimplementasikan hal ini sangat sulit, tapi kita harus berusaha untuk melaksanakan hal tersebut dengan sebaik-baiknya," katanya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

 

Barisan Pengusaha Ini Diganjar Philanthropy Award 2018



(ke-2 dari kanan) Theodore Permadi Rachmat (Triputra Group) meneriman penghargaan Philanthropy Award 2018 dari Warta Ekonomi

 

www.swa.co.id – “Manusia yang baik adalah manusia yang mampu menciptakan kemakmuran dan kesuksesan bagi lingkungan dan kehidupan luas.” Demikian menurut Warren Buffett, Chairman dan CEO Berkshire Hathaway, sekaligus salah satu orang terkaya di dunia yang terkenal sebagai tokoh filantropi.

 

Filantropi adalah bentuk dan tindakan seseorang untuk mencintai sesamanya dengan cara menyumbangkan waktu, uang, dan tenaga untuk membantu dan menjadikan kesejahteraan bagi penerimanya. Filantropi tidak lepas dari ajaran agama di masyarakat. Agama mengajarkan umatnya untuk berbagi terhadap sesama terutama kepada mereka yang membutuhkan.

 

13 Tahun Triputra Agro, Jaga Komitmen Sejahterakan Masyarakat Sekitar



 

KALAMANTHANA, Kuala Pembuang – PT Triputra Agro Persada, salah satu perusahaan sawit yang beroperasi di daerah Kabupaten Seruyan, tepat berusia 13 tahun. Mereka pun tetap bertekad ikut membawa masyarakat sekitar perkebunan meningkat kesejahteraannya.

 

Perayaan ulang tahun Triputra seharusnya digelar pada 1 April lalu. Tapi, karena banyaknya aktivitas membuat manajemen perusahaan menyelenggarakannya pada Sabtu (7/4/2018) di Gedung TC Kalteng PT Gawi Bahandep Sawit Mekar. Seluruh karyawan dan manajemen perusahaan ikut merayakan ulang tahun bertemakan Healthy Life to Break the Target itu.

 

General Maneger PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, Heri Suhanta mengatakan acara hut ke-13 TAP dilaksanakan dengan sederhana agar seluruh karyawan dapat bersilaturahmi.

 

Agro Digital Itu Berat, Tapi Kesempatannya Besar



Petani membajak sawah di area persawahan Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (16/3). Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berusaha mengoptimalkan program intensifikasi pertanian untuk mengurangi penyusutan lahan karena alih fungsi lahan perta ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

 

“Butuh banyak orang untuk mendampingi petani-petani. Kemampuan keterampilan di teknologi pertanian itu tidak gampang.”

 

Sayap bisnis Triputra Group terus berkembang. Tahun lalu, misalnya, Triputra masuk sektor pengolahan makanan. Menggunakan bendera PT Sumber Cassava Indonesia (SCI), mereka memproduksi dan mengembangkan produk turunan singkong di Padalarang, Jawa Barat. SCI membidik, di antaranya, produk substitusi tepung terigu yang terbuat dari gandum.

 

Berbisnis dan Berkontribusi untuk Negara



 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Lama tinggal di luar negeri bukan berarti melupakan tanah kelahiran. Meski sudah tinggal di Amerika Serikat sekitar 15 tahun, keinginan untuk pulang tetap ada. Dari awal tinggal di Amerika, saya sudah memiliki tekad untuk kembali ke Indonesia. Sekitar tahun 2005, saya kembali ke Indonesia. Dalam hati kecil, muncul pertanyaan, apa yang bisa saya kontribusikan untuk Indonesia?

 

Di luar negeri, banyak sekali ilmu yang ditimba. Banyak amunisi yang diperoleh sewaktu bekerja di luar negeri. Seperti yang pernah dikatakan oleh Pak Teddy (TP Rachmat, yang juga ayah dari Arif Rahmat), operational skill dan strategic skill harus dapat dikuasai. Selain diajarkan sang ayah, keahlian tersebut juga diperoleh saat bekerja di General Electric (GE) di Amerika.

 

Arif Rachmat sebagai Moderator dalam Panel Diskusi Jakarta Food Security Summit (JFSS) – 4 di Jakarta



 

((Kiri-Kanan) Head of Asia Pacific at Bayer Crop Science Jens Hartmann, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro; Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Muhammad Taufik; Founder & CEO Triputra Agro Persada Group Arif Rachmat sebagai moderator Panel Diskusi–4 tentang Pemberdayaan Pertanian melalui Pembiayaan, Pendampingan dan Teknologi, dalam Jakarta Food Security Summit – 4 (JFSS-4) di Jakarta Convention Center, 9 Maret 2018

 

Sekolah Vokasi UGM dan Triputra Agro Persada Teken MoU Kerjasama Pendidikan




Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto (kiri) dan Managing Director Triputra Argo Persada Sutedjo Halim (kanan) berjabat tangan usai penandatanganan MoU, Rabu (28/03/2018

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Triputra Argo Persada.
Penandatanganan dilakukan pada Rabu (28/03/2018) di Hall Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM, Bulaksumur, Sleman.

 

Menurut Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto, MoU ini berisi tentang kerjasama pendidikan magang serta pengiriman tenaga pengajar dari Triputra Argo Persada.

 

"Mahasiswa yang magang nantinya bisa berpeluang untuk bekerja di perusahaan yang bersangkutan," ujar Wikan usai acara penandatanganan.

 

Ke depan, Wikan juga berharap ada kerjasama yang lebih luas dengan grup utama Triputra di berbagai bidang. Salah satunya adalah pengembangan teaching industry di Sekolah Vokasi UGM.

 

Triputra Agro Persada komitmen cegah karhutla




Tim Kesiapsiagaan tanggap Darurat Kebakaran (TKTD) PT TAP Group saat mengikuti
pelatihan pencegahan kebakaran di Markas Manggala Agni Daops Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

 

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - PT Triputra Agro Persada (TAP) menyatakan komitmennya untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah operasionalnya.

 

Managing Director for Upstream TAP Group Tjandra Karya Hermanto melalui keterangan tertulis yang diterima di Kuala Pembuang, Minggu menyatakan, sebagai bentuk komitmen tersebut PT TAP telah mengadakan pelatihan pencegahan karhutla bagi seluruh anak perusahaan TAP Group dari Region Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur serta Jambi.

 

"Pelatihan kita adakan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kalteng," katanya.