Arif Rachmat Pembicara dalam “Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC)” 2018 di Kuala Lumpur



 

(Kiri-Kanan) Chairman LMC International Ltd. Dr James Fry, CEO Westbury Group Rasheed Janmohammed, Founder dan CEO Triputra Agro Persada Group Arif Rachmat, Executive Director ISTA GmbH (Oil World) Thomas Mielke, CEO Malaysian Palm Oil Council YBhg Datuk Dr Kalyana Sundram.
Arif Rachmat presentasi mengenai “CPO Price Outlook : A Practitioner’s View of the Market and Indonesia’s Policies & Implementations”, dalam acara Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC) di Kuala Lumpur, 7 Maret 2018

 

TAP Group, Kuala Lumpur – Arif Rachmat, Founder dan CEO Triputra Agro Persada Group (TAP Group) presentasi “Pandangan Harga CPO : Pandangan Praktisi tentang Pasar dan Kebijakan Indonesia & Penerapan” dalam Acara Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC) di Kuala Lumpur, 7 Maret 2018.

 

NIHIL KECELAKAAN KERJA, GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA PT. FIRST LAMANDAU TIMBER INTERNATIONAL (TRIPUTRA AGRO PERSADA GROUP)



Piagam Penghargaan diterima oleh Mill Manager PT FLTI Roni Ihsan (kedua dari kanan).

 

TAP Group, Palangkaraya – Penyerahan penghargaan Zero Accident Tahun 2017 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah kepada PT First Lamandau Timber International (FLTI) yang merupakan entitas anak dari Triputra Agro Persada Group (TAP Group) dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 28 Februari 2018.

 

Penghargaan ini diberikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail pada Upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi Kalimantan Tengah di Lapangan Sepakbola Markas Korem 102 Panju Panjung.

 

Penghargaan ini diberikan atas prestasi FLTI yang telah berhasil menerapkan norma & program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerjanya sehingga mencapai nihil kecelakaan kerja. Penghargaan ini dapat diterima berkat komitmen dan dukungan dari pimpinan kerja dan seluruh karyawan.

 

PENGHARGAAAN MOST ADMIRED CEO 2017



 

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (tengah) menyerahkan penghargaan kepada CEO Triputra Agro Persada (TAP) Group Arif Rachmat (kiri) sebagai Sociable CEO, disaksikan Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad (kanan) pada penghargaan Most Admired CEO 2017 versi Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (8/12). Penghargaan Sociable CEO diberikan berdasarkan hasil responden yang menilai Arif Rachmat sebagai CEO yang paling berjiwa dan berwawasan sosial serta dekat dengan karyawan. Pada 2016 Arif Rachmat juga mendapat award Warta Ekonomi sebagai Most Admire CEO sektor Agribisnis. ANTARA FOTO/Hans/Spt/17

 

Link : www.antarafoto.com

Gunakan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Produktivitas



 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Fenomena disrupsi bisa jadi tidak secara langsung memberikan dampak pada bisnis perkebunan sawit. Namun demikian, penggunakaan teknologi digital dalam industri ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

 

Chief Executive Officer (CEO) Triputra Agro Persada Arif P Rachmat mengatakan masifnya perkembangan teknologi digital yang menyentuh berbagai sektor harus segera diikuti. Menurutnya, penggunaan teknologi digital dilakukan untuk memberikan nilai tambah dalam industri sawit, seperti meningkatkan produktivitas.

 

Di Triputra Agro Persada sendiri, lanjut Arif, penggunaan teknologi digital yang mulai diterapkan seperti penggunaan drone, sophisticated sensors camera, smartphone, barcoding system, dan penggunaan sistem online dalam setiap transaksi internal. Menurutnya, semua digitalisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas.

 

Arif Rachmat Pembicara dalam Forum Filantropi Dunia II di Beijing



 

Arif Rachmat, pendiri dan CEO Triputra Agro Persada Group (TAP Group) presentasi mengenai Pengembangan Generasi Muda dalam Forum Filantropi Dunia kedua di Beijing, 30 November 2017. Acara ini digelar bersama oleh the Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries dan Tsinghua University.   Arif Rachmat, Co-Founder and CEO Triputra Agro Persada Group (TAP Group) presentation on Youth Development at the second World Philanthropy Forum in Beijing, November 30, 2017. The Event was jointly organized by  the Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries and Tsinghua University.

 

Arif Patrick Rachmat: Ahli Waris Kerajaan Bisnis yang Hobi Membantu Sesama

Menjadi calon ahli waris kerajaan bisnis bernilai triliunan rupiah tidak membuat Arif Patrick Rachmat, putra T.P. Rachmat, pendiri Grup Triputra, lupa diri. Tak cuma “hobi” bekerja keras sebagai CEO PT Triputra Agro Persada (TAP), salah satu anak usaha Triputra, Arif pun ternyata serius menjalankan berbagai aktivitas sosial di bawah bendera Yayasan Gerakan Kepedulian Indonesia (GKI).

 

Perjalanan gerakan filantropi yang dilakukan Arif tidak lepas dari filosofi dan pola didik orang tuanya. Dalam pandangan Arif, sebenarnya efek paling besar pada masyarakat bukan dari aksi sosial, donasi atau gerakan filantropi yang dilakukan dia atau keluarganya. Namun, justru dari efek ekonomi yang ditimbulkan karena bisnis perusahaan yang terus tumbuh. Ia mencontohkan TAP yang dibangun 11 tahun lalu hanya dengan lima orang, sekarang sudah mempekerjakan 3.000 karyawan. Karyawan itu diberi perubahan di Kalimantan, lokasi perkebunan kelapa sawit TAP. “Kalau jumlah karyawan 3.000 orang itu dikali empat, yang merupakan jumlah anggota keluarga mereka, berarti sudah 12.000 yang ditanggung TAP.

 

Inilah Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017

 

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) merupakan impian kebanyakan pekerja profesional. Terlebih, menjadi CEO idaman yang mempunyai reputasi, visi, dan inovasi. Butuh komitmen, kerja keras, dan kepiawaian dalam mengelola bisnis untuk menjadi pemimpin perusahaan.

 

Melalui Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017 akan sajikan kisah gaya keperibadian, kepemimpinan, profesionalisme, prestasi, dan share value CEO sukses yang berhasil kembangkan perusahaan di bawah kepemimpinannya.

 

Triputra Agro Persada Group Luncurkan Program Desa Bebas Kebakaran


BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program ‘Desa Bebas Kebakaran’ berlangsung serentak di seluruh entitas anak perusahaan milik PT Triputra Agro Persada (TAP Group), mulai Mei 2017.

 

Pelaksanaan program yang juga berlangsung di PT First Lamandau Timber International, PT Hanamas Jaya Abadi dan PT Trieka Agro Nusantara di Kabupaten Lamandau, serta PT Sukses Karya Mandiri di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah ini ditandai dengan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla).